Minggu, 10 Juli 2011

Balon vs api



mempraktekkan pelajaran disekolah. Seperti apa ya...? balooonnn... Ya...kita akan bermain dengan balon.
Teman – teman tahu kan kalau balon itu mudah sekali meletus jika terkena benda tajam ataupun terkena benda panas, jadi waktu kita bermain balon harus berhati-hati dan harus kita jauhkan dari benda tajam maupun panas. Tapi sekarang kita coba yuk bagaimana caranya biar balon yang terkena api tetapi tidak meletus. Bisa nggak ya..?
Nah untuk percobaan ini, kita akan memerlukan alat-alat ini :

* Dua balon yang belum ditiup
* Korek api
* Air


Sekarang kita mulai percobaannya yuk….
Pertama salah satu balon kita tiup kemudian ikat ujung balonnya. Balon yang satunya lagi kita isi dengan air sebelum ditiup kira-kira 120 mililiter ( setengah cangkir ), kemudian kita tiup dan ikat juga ujung balonnya.
Nyalakan korek api dan dekatkan api ke bawah balon pertama. Biarkan api menyentuh balon. Apa yang terjadi..? Balon pasti akan meletus, mungkin bahkan sebelum api menyentuhnya. Kemudian nyalakan lagi korek api dan dekatkan kebawah balon kedua yang berisi air. Bagaimana dengan balon yang kedua..? Balon tidak akan meletus, dan bahkan kita bias melihat ada sedikit jelaga yang terbentuk dibawah balon kedua.
Mengapa balon pertama yang tidak diisi air meletus pada saat terkena panas dari api..?
Dan mengapa balon kedua yang diisi dengan air tidak meletus saat terkena panas dari api..?
Api memanaskan benda-benda yang ada didekatnya. Api memanaskan karet dari kedua balon. Karet dari balon tanpa air menjadi panas, sehingga balon menjadi terlalu lemah untuk melawan tekanan udara dari dalam balon dan balon akan meletus. Pada saat api kita dekatkan dengan balon yang berisi air, maka air dalam balon akan menyerap sebagian besar panas dari nyala api. Kemudian karet balon tidak akan menjadi sangat panas. Karena karet tidak menjadi panas, tidak melemahkan balon, dan balon tidak meletus.
Air adalah benda yang sangat baik menyerap panas. Dibutuhkan panas yang tinggi untuk mengubah suhu air. Akan dibutuhkan sepuluh kali lipat panas untuk menaikkan suhu 1 gram air pada suhu tertentu dibandingkan jika untuk menaikkan suhu 1 gram besi pada suhu yang sama. Inilah sebabnya mengapa begitu lama diperlukan waktu untuk mendidihkan air pada teko. Di sisi lain, ketika air mendingin, ia melepaskan banyak panas. Inilah sebabnya mengapa daerah-daerah dekat laut atau daerah perairan besar lainnya tidak sedingin air di musim dingin seperti daerah-daerah lainnya.

Nah teman-teman, selamat mencoba ya...Tapi harus berhati-hati lho...

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar