Jumat, 19 April 2013

puisi amatir

-Angan kebebasan-
kudengar kabarnya.
hal yang ku ucap kala menengadah.
kudapatkan kuncinya.
kulewati hutan hutan.
jejaki desa desa. roda bergulir langkahi kota kota.
kutatap mereka ditepi jalan.
mereka tak tau...
besar inginku berjumpa. kudengar nada nada nan mengangkasa.
sore demi sore kulewati.
bersama malaikat hanya berpura.
tak sepatah kata setan berucap.
tak tahan merasakan kesunyian ini.
kuberkicau dan mulai bertanya percuma.  perih di epidermisku jawabannya.
ku hela tak mencair. ku eja semua kata di pinggiran. lalu malaikat itu memecah indra.
kuterdiam.
ku membisu.
kesunyian ini mengeraskan ku.
ingin kuterbang meninggalkannya.
akhirnya sampai dipenghujung.
kupeluk ibuku erat.
hujan turun bersamaan pelangi.
munculah senyuman musim lalu.
saat ku berkumpul bersama .
menghirup teh bersama.
-dahulu-
kubuka daun naungan.
kemilau kuning menyilau indra.
cerahnya sang raja di hari muda.
panorama nan jelita hadirkan tawa.
gunung linggo hijau bahagia.
sang surya beradu dengannya.
kabut putih mengelilingi mereka.
lalu menghilang bersama waktu.
ku sruput teh bersama bunda.
ku rasakan segarnya hari muda.
dingin  hangat bercampur rasa.
tak ingin kulupa.
-ujian sekolah-
resah hati ini.
relung  jiwa meratap...  menerawang harinya. apakah hari itu sangkakala bernada? apakah hari itu perang dunia ketiga pecah? apakah hari itu  hari hancurnya jiwa?
ku tak sanggup meramal . ku tak sanggup membaca. ribuan carik meramaikan dunia.
huruf huruf bisu bak kapal pecah.
angka yg hanya bisa ku ratapi.
pikiranku bak diterjang tsunami.
akankah semua berakhir bahagia?
Tuhan ku percaya .. menjabah


berapa kali kupu kupu mengepakkan sayapnya?
bintang berkerlip digulita.
manusia mengehela nafas ribuan kali.
kenapa aku takbisa bernafas saat melihat mu?
maafkan aku berjalan diatas awan hingga kau tak melihatku.
bintang berjatuhan puluhan kali.
maafkan aku tak menangkapmu.
ketika kita dikeramaian, fokusku hanya kau seorang.
ku ingin berlari berlari dan berlari.
ah cape kali!! wakak
#puisifail!!!

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar