Minggu, 05 Mei 2013

Savannah


ia..
bila ku memata padanya
semua berubah jadi savannah dikala subuh
kala embun melekat dikepala rerumputan..
ia berdiri tunggal ditengah tengah padang rumput nan hijau
sungai mengalir disamping  gemercik menghempas bebatuan menjadi nada
burung burung pipit bangun mencuit bernyanyi
kupandangi dari atas awan.

ia berdiri menutup mata lama
 tak peduli dengan apa yang ada
awan hitam akan pokok hujan
hujan tak pernah ia pinta
hingga rerumputan kehausan dan menguning gersang
burung burung sekarat
bebatuan membisu kesepian.

Saat ia membuka mata semua berubah..
waktu menua, ia ingin mengubahnya
namun tak kan seperti kala
ia bersama waktu telah mengubah rasa dan raga
waktu takkan menghadirkan
nya tak sanggup menahan awan tak berakar
 angin telah meniupkannya ke negeri asing
negeri tempat mencurahkan luapan awannya
kini... ia menengadah kelangit nan tak berujung
ia ingin berlari namun berjalanpun takberdaya
dahan dahan botak tak berdaun
akarnya menempel dipusat bumi
ia berteriak namun tak bernada

ia ingin menjadi awan, tempatnya bernaung.
terbang bersama..
terombang ambing oleh angin keujung dunia
ya bersama...
lalu ia terbangun dari mimpinya





Tidak ada komentar:

Poskan Komentar